Sinopsis Anime

Sinopsis War Machine, Film Perang Brad Pitt yang Tayang di Netflix

Sinopsis War Machine, Film Perang Brad Pitt yang Tayang di Netflix – Film War Machine adalah kisah fiksi perihal pengalaman Jenderal AS Stanley A McChrystal yang tayang di Netflix. Ia adalah komandan yang dipecat oleh Presiden Obama gara-gara membuat pengakuan perihal pemerintahannya kepada reporter majalah Rolling Stone. Film garapan sutradara David Michôd ini diadaptasi berasal dari buku Michael Hastings The Operators: The Wild plus Terrifying Inside Story of America’s War in Afghanistan.

Sinopsis War Machine, Film Perang Brad Pitt yang Tayang di Netflix

sinopsis-war-machine-film-perang-brad-pitt-yang-tayang-di-netflix

Sinopsis War Machine Pada musim panas 2009, Jenderal bintang empat Glen McMahon (diperankan Brad Pitt) dikirim ke Afganistan untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Glen McMahon diberi keleluasaan untuk menulis bersama syarat ia tidak berharap lebih banyak pasukan. McMahon dan stafnya Mayor Jenderal Greg Pulver berkeyakinan bahwa perang sanggup dimenangkan. McMahon juga memberi saran agar Presiden Obama mengizinkan penambahan 40.000 pasukan untuk mengamankan provinsi Helmand dan menstabilkan negara. Namun, permintaan penambahan pasukan itu tidak sesuai bersama kesepakatan. Tentara Nasional Afganistan (Kapten Badi Basim) bergabung bersama staf McMahon sebagai “perwakilan” rakyat Afghanistan.

McMahon mendapat Info adanya dugaan penyimpangan dalam penghitungan nada yang selanjutnya menunda peninjauan penilaian. Kesal hanya diberikan satu pertemuan saja dalam 70 hari paling akhir bersama Presiden Obama, McMahon diam-diam membocorkan penilaian selanjutnya ke Washington Post dan mengatur wawancara. Pemerintah AS selanjutnya berikan tanggapan bersama mengirimkan 30.000 tentara ke Afganistan. Kemudian McMahon pergi ke Paris untuk bernegosiasi bersama negara koalisi lainnya.

Ketika di Paris, McMahon mengerti bahwa presiden tersedia di Denmark dan ingin berjumpa dengannya. Duta Besar Afghanistan memperingatkan McMahon: bila dia konsisten membuat Presiden Obama marah, maka dia akan dipecat gara-gara pembangkangan. McMahon dan stafnya menghadiri makan malam sambil ditemani oleh penulis Rolling Stone Sean Cullen, yang bermaksud untuk menulis cerita feature.

Saat dalam perjalanan ke Berlin, McMahon ingin melanjutkan negosiasi. Cullen mengamati tabiat McMahon dan menyimpulkan bahwa mereka sombong. Cullen juga mengamat bahwa mereka tampaknya tidak peduli bersama persepsi publik bahwa perang itu mahal dan boros. Pada sebuah konferensi, McMahon dihadapkan oleh seorang pejabat Jerman yang perlihatkan bahwa konsep McMahon hanya akan membuat lebih banyak kerugian. Namun demikian, baik Jerman maupun Prancis setuju untuk melengkapi pasukan yang dibutuhkan untuk serangan yang direncanakan McMahon. Operasi itu dinamakan Operasi Moshtarak. Operasi selanjutnya mengalami masalah ketika lebih dari satu warga sipil secara tidak sengaja terbunuh atas instruksi McMahon.

Ketika dia mengadakan pertemuan publik menuntut agar McMahon dan pasukannya pergi. McMahon mengerti bahwa artikel Cullen telah diterbitkan. Tulisan selanjutnya menggambarakan negatif perihal dia dan stafnya gara-gara secara terbuka menentang Presiden Obama dan salah menanggulangi upaya perang. Mengetahui bahwa dia akan dipecat gara-gara tindakannya, McMahon ulang ke Washington dan lantas mengambil alih pekerjaan sebagai konsultan sipil. Setelah perihal itu, Cullen merenungkan konsekuensi artikelnya. Cullen berharap jatuhnya McMahon terhadap selanjutnya akan meyakinkan pemerintah untuk berhenti menyerang negara-negara asing dan mengakhiri perang di Afghanistan. Namun, pemerintah hanya menugaskan seorang jenderal baru untuk menukar McMahon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *